Berkurangnya luas lahan atau panen padi di Provinsi Malut pada 2025, turut memberi dampak menurunnya jumlah produksi padi dan beras sepanjang Januari-Desember tahun 2025.
Ternate, Pijarpena.id
Luas lahan atau panen padi di tahun 2025 di Provinsi Maluku Utara (Malut) disebutkan alami penurunan hanya 6.655 hektar.
Jumlah ini berkurang sebesar 2.712 hektar atau 28,95 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 9.367 hektar.
Berkurangnya luasan panen padi tersebut tentunya berdampak pada produksi padi atau beras di Provinsi Malut yang juga alami penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara (Malut) per 2 Februari 2026, produksi padi di tahun 2025 sebanyak 22.642 ton gabah kering giling (GKG).
Jumlah ini jika dibanding tahun 2024, turun sebanyak 8.591 ton atau 27,51 persen, dimana produksi padi di 2024 sebanyak 31.233 ton GKG.
Angka ini turut memberi kontribusi atas produksi beras pada 2025 untuk konsumsi pangan penduduk yang hanya mencapai 12.670 ton.
โTurun sebanyak 4.808 ton atau 27,51 persen dibandingkan produksi beras di 2024 yang sebanyak 17.478 ton,โ kata kepala BPS Malut, Simon Sapary dalam keterangan resminya, Selasa siang.
Produksi padi di Provinsi Malut sepanjang Januari hingga Desember 2025, lanjut Simon, mencapai sekitar 28.140 ton gabah kering panen (GKP).
Jumlah ini juga alami penurunan sebanyak 10.678 ton GKP atau sebesar 27,51 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 38.818 ton GKP.
Dijelaskan juga, jika melihat pada setiap bulan sepanjang 2025, produksi tertinggi di tahun 2025 terjadi pada bulan Januari yakni sebesar 5.692 ton GKP dan produksi beras sebesar 2.563 ton GKG.
Sementara itu, produksi terendah terjadi pada bulan Juli yaitu sebesar 453 ton GKG dan produksi beras hanya sekitar 1.006 ton GKG.
Lihat data daerah penghasil… hal [2]

