Warga Dihimbau Waspada, ini Wilayah yang Berpotensi Hujan Sedang hingga Lebat

bmkg stasiun ternate
Tangkapan layar Potensi Cuaca Ekstrem 3 Harian di laman laman bmkg.go.id

Sejumlah wilayah di Provinsi Maluku Utara masuk dalam status waspada dikarenakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Warga dihimbau untuk memantau informasi kondisi cuaca.

Ternate, Pijarpena.id

Masyarakat di wilayah Maluku Utara diingatkan waspadai cuaca yang berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diperkirakan masih akan terjadi dalam tiga hari kedepan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di wilayah Pulau Morotai, Loloda, Galela, Tobelo, Kao, Malifut, Sahu, Wasile, Maba, Buli, Weda, Ibu, Jailolo, Sidangoli, Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Batang Dua, Sofifi, Oba, Patani, Gebe, Kayoa, Bacan, Gane, Obi, Widi, Falabisahaya hingga Taliabu.

Memasuki 8 Februari 2026, wilayah terdampak hujan meluas mencakup Morotai, Loloda, Galela, Tobelo, Kao, Ibu, Jailolo, Sidangoli, Ternate, Tidore, Moti, Batang Dua, Sofifi, Oba, Wasile, Maba, Weda, Patani, Gebe, Kayoa, Bacan, Gane, Obi, Widi, Falabisahaya, Taliabu, Mangoli, Sanana dan Sulabesi.

Baca pula:  Tambah Jam Terbang, 41 Atlet Taekwondo Ternate Ikuti Turnamen di Manado

Sementara pada 9 Februari 2026, hujan sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di wilayah Morotai, Loloda Utara, Galela, Tobelo, Loloda, Ibu, Kao, Jailolo, Sidangoli, Batang Dua, Ternate, Tidore, Sofifi, Oba, Wasile, Weda, Maba, Patani, Gebe, Gane, Bacan, Widi, Obi, Mangoli, Falabisahaya, Sanana, Sulabesi hingga Taliabu.

BMKG menyebutkan, selama periode peringatan dini tersebut tidak terdapat wilayah dengan status siaga maupun awas atau dengan kata lain tidak terpantau potensi hujan lebat hingga sangat lebat maupun ekstrem.

Seluruh wilayah yang tercantum masih berada pada level waspada yakni hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate, Justia Galensong menjelaskan, kondisi cuaca tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor dinamika atmosfer, diantaranya adanya gelombang Rossby, aliran massa udara dingin, serta belokan angin yang berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan di wilayah Maluku Utara.

Baca pula:  Rakornas Keuangan Daerah Diharapkan Lahirkan Terobosan Berdampak Positif

Menurut Justia, kondisi cuaca saat ini dapat berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat terutama saat hujan terjadi dengan intensitas cukup tinggi.

“Saat hujan berlangsung, jarak pandang atau visibility dapat menurun sehingga berpotensi mengganggu aktivitas transportasi darat, laut maupun udara,” jelasnya pads Pijarpena.id, Sabtu (07/02/2026).

BMKG pun menghimbau masyarakat agar tetap waspada dan terus memantau informasi resmi terkait perkembangan cuaca dan tinggi gelombang di wilayah Maluku Utara.

“Kami menghimbau masyarakat untuk selalu mencermati informasi cuaca terbaru yang dikeluarkan oleh BMKG, terutama terkait potensi hujan lebat dan tinggi gelombang,” tambah Justia. (rud/fm)

WhatsApp Channel PIJARPENA.ID