Jumlah Puskesmas di desa dan kelurahan se-Provinsi Malut alami pengurangan cukup signifikan di sepanjang tahun 2025. Sementara jumlah klinik dan Pustu justru bertambah.
Ternate, Pijarpena.id
Di sejumlah desa dan kelurahan di daerah Provinsi Maluku Utara (Malut), alami pengurangan jumlah fasilitas kesehatan seperti rumah sakit (RS) dan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan data โMalut dalam Angka 2026โ yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Malut, disebutkan jika sebelumnya, terdapat 23 RS yang tersebar di desa atau kelurahan dalam wilayah Provinsi Malut di tahun 2024.
Namun, di tahun 2025, jumlah tersebut berkurang hanya menjadi 22 dimana terdapat daerah yang alami pengurangan satu unit RS yakni di Kabupaten Halmahera Utara (Halut).
Kota Ternate masih menjadi daerah dengan jumlah RS terbanyak yakni tujuh unit. Jumlah ini tidak alami pengurangan sejak tahun 2021.
Lalu Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) dan Kota Tidore Kepulauan (Tikep) sebanyak tiga unit.
Sementara daerah yang memiliki dua unit fasilitas RS yakni Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) dan Kabupaten Pulau Morotai (Pulmor).
Secara rata-rata di kabupaten lain baru tersedia satu unit RS di desa yakni di Halut, Halmahera Barat (Halbar), Halmahera Tengah (Halteng), Halmahera Timur (Haltim) dan Pulau Taliabu (Pultab).
Dari data tersebut juga disebutkan jika jumlah Puskesmas di desa dan kelurahan juga alami penurunan yang sangat signifikan dari sebelumnya berjumlah 287 di tahun 2024, tersisa hanya berjumlah 153 atau alami pengurangan sebanyak 134 unit.
Selain Kabupaten Halbar yang bertambah sebanyak lima unit dan Kabupaten Halsel yang bertambah dua unit, pengurangan jumlah Puskesmas rata-rata terjadi di seluruh daerah.
Kabupaten Pulmor adalah daerah yang paling banyak alami pengurangan yakni sebesar 32 unit dari sebelumnya berjumlah 46 tersisa menjadi 14 saja.
Lalu Kabupaten Halut yang turun sebesar 50 persen atau separuh dari jumlah sebelumnya sebanyak 36 di tahun 2024, tersisa menjadi 18 unit saja.


