Usaha pedagang musiman untuk menggelar lapak sementara dalam Terminal Gamalama selama Ramadhan direspon Pemkot Ternate yang kukuh meniadakannya.
Ternate, Pijarpena.id
Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kota Ternate bersama Ikatan Solidaritas Sopir Angkutan Penumpang (ISSAP) pada Senin (09/2/2026), mendatangi Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ternate.
Kedatangan mereka menyampaikan aspirasi agar Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate tidak meniadakan lapak pedagang musiman di dalam Terminal Gamalama, Ternate Tengah, selama bulan Ramadhan 2026.
Sekretaris APPSI Kota Ternate, Irwan Ali mengatakan, pengadaan lapak sementara bagi pedagang musiman di Terminal Gamalama sejatinya sudah pernah dilaksanakan pada Ramadhan 2025. Karena itu, pihaknya kembali meminta kebijakan serupa diberlakukan pada tahun ini.
Menurut Irwan, momentum Ramadhan memiliki dampak ekonomi yang cukup signifikan bagi pedagang kecil. Lapak yang dimaksud pun bersifat sementara dan hanya dimanfaatkan selama bulan suci Ramadhan.
Dikatakan, dalam satu tahun, pendapatan pedagang bisa sangat kecil. Kadang Rp.200 ribu sehari pun sulit didapat. Sementara mereka tetap dibebani pajak lapak.
“Ditambah lagi persaingan dengan penjual online, banyak pedagang yang akhirnya tidak mampu membayar pajak,” ujar Irwan pada Pijarpena.id di depan Kantor Dishub Kota Ternate.
Ia menilai keberadaan lapak musiman tidak hanya menguntungkan pedagang, tetapi juga sopir angkutan kota (angkot) serta masyarakat sekitar Terminal Gamalama.
Karena itu, APPSI datang untuk menyampaikan aspirasi dan berharap pemerintah mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut.
“Sementara ini kami masih berkoordinasi dengan Pemkot Ternate. Kami tidak memaksakan kehendak, tetapi berharap ada pertimbangan lain jika kebijakan ini tetap ditiadakan,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Ketua ISSAP Kota Ternate, Muhammad Ely mengatakan, pihaknya bersama APPSI juga telah menggelar rapat dengan Komisi I dan II DPRD Kota Ternate. Namun, hasilnya kembali sepenuhnya keputusan Pemkot Ternate.
“Kalau Pemkot tidak membuka peluang, kami tidak dapat apa-apa. Kami sebenarnya mau, tinggal bagaimana keputusan Pemkot setuju atau tidak,” katanya.
Ely menambahkan, keberadaan lapak pedagang musiman selama Ramadhan selama ini berdampak positif bagi pendapatan ratusan sopir angkot yang beroperasi di Terminal Gamalama. Terlebih, saat ini pendapatan sopir angkot terus menurun akibat persaingan dengan layanan transportasi online.
“Dampaknya luar biasa. Saya memperjuangkan nasib orang banyak. Di belakang saya ada ratusan sopir angkot yang berharap pada momentum Ramadhan,” tegasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kota Ternate, Faizal Badaruddin menegaskan, kebijakan terkait larangan lapak pedagang musiman di Terminal Gamalama tetap berlaku.
“Pada intinya, sampai saat ini kebijakan tersebut tidak berubah. Itu sesuai dengan arahan pimpinan yakni wali kota, wakil wali kota dan Sekda. Tidak ada pengadaan lapak pedagang musiman di terminal selama Ramadhan 2026,” tegasnya singkat. (rud/fhm)
